Electronic Dance Music: Sejarah Dan Macam-macam Genre EDM

Electronic Dance Music: Sejarah Dan Macam-macam Genre EDM - Pasti kalian pernah liat di iklan televisi yang manayangkan acara festival musik DWP? DWP ini adalah singkatan dari Djakarta Warehouse Project yang memperlihatkan musisi/DJ Internasional maupun DJ local asal Indonesia sendiri, nah mereka ini adalah orang yang memainkan jenis musik (Elektronic Dance Music). Maraknya lagu-lagu elektronik buat kita ingin berkenalan lebih jauh sama EDM. Musik EDM memiliki perkembangan yang cukup pesat di setiap tahunnya. Mari kita lihar seberapa pesat kah musik EDM itu dan berapa sub genre nya. Ngomong-ngomong ada yang tau apa itu musik EDM?


 
Google Image - Electronic Dance Music: Sejarah Dan Macam-macam Genre EDM


Electronic dance music adalah musik yang dihasilkan dari sekian banyak  instrumen elektronik seperti synthesizer, midi keyboard, turntable, mixer, bass, dan sebagainya. Di zaman modern seperi sekarang ini, EDM bahkan dapat buat lewat berbagai aplikasi computer dan smartphone. Makanya, semua DJ dan produser tidak jarang tampil dengan memakai laptop mereka. Musik-musik yang didapatkan merupakan campuran dari sekian banyak  instrument elektronik tersebut. Oke kalo gitu langsung aja kita ke Electronic Dance Music: Sejarah Dan Macam-macam Genre EDM.


Electronic Dance Music: Sejarah Dan Macam-macam Genre EDM

 

Perkembangan Musik EDM di Setiap Zaman :


Perkembangan Musik EDM Pada Tahun 1960 

Ini adalah awal munculnya musik elektronik. Pada era itu, instrumen elektronik yang digunakan antaranya bass dan sejumlah synthesizer. Musik-musik pop dan rock mulai menambahkan instrumen itu ke dalam lagu-lagu mereka. Seperti yang terjadi pada grup band legendaris The Beach Boys di lagu Good Vibrations (1966).


Perkembangan Musik EDM Pada Tahun 1970
Era ini familiar banget sebagai kejayaan musik disko. EDM yang populer pada masa itu juga sangat banyak penggermarnya. Penyanyi seperti Donna Summer atau band terkenal seperti Bee Gees adalah artis musik disko yang populer di tahun 1970an. Mereka mulai memakai sentuhan musik elektronik di jaman itu. Enggak hanya musik disko, hadir pula subgenre synthpop yang mulai digemari masyarakat.


Perkembangan Musik EDM Pada Tahun 1980
Setelah kepopuleran Kraftwerk di era 1970-an, synthesizer juga jadi instrumen musik elektronik yang berpengaruh pada era 1980-an. Kemunculan genre pilihan seperti synthpop pun lantas menggeser keberadaan musik disko 1970-an.


Perkembangan Musik EDM Pada Tahun 1990s
Penggunaan komputer mulai banyak digunakan para pemain musik elektronik pada era ini. Dengan pertumbuhan teknologi dan komputer, menciptakan semakin banyak sekali orang bisa memproduksi musik elektronik mereka sendiri. Wilayah Eropa khususnya Jerman menjadi saksi kemunculan DJ dan produser musik elektronik ternama. Dan semenjak tahun 1990 para DJ banyak yang memilih menggunakan komputer untuk membuat lagu-lagu yang ia buat lewat komputernya.


2000s
Di era ini, EDM musik EDM semakin berkembang pesat. Mulai hadir juga sekian banyak  sub-genre seperti trap (hip-hop elektronik), dubstep, nu-disco, dan electro house. Di era ini mulai bermunculan para DJ baru yang memiliki keterampilan dalam memainkan alat musik EDM. Dari sini lah musik EDM semakin digemari masyarakat terutama anak muda.


2010s
Sekarang, EDM sudah menjamur. Sub-genre dubstep menjadi semakin dikenal di era ini. Begitu pun dengan electro house Semakin berkembang di tahun 2010-an. Genre electro pop juga semakin dikenal masyarakat. Para DJ 2000-an tampak sering mengerjakan kolaborasi dengan penyanyi-penyanyi ternama. Misalnya, Calvin Harris bekerja sama dengan Rihanna dalam lagu We Found Love dan David Guetta feat. Usher dengan lagu Without You.

Musik EDM saat ini sudah bekembang begitu pesat. Genre musik yang satu ini banyak digemari oleh anak muda. Alasan nya karena ketika mendengarkan lagu-lagu dari para DJ secara langsung para pendengar bisa menjadi lebih bersemangat. Maka dari itu masyarakat terutama anak muda sangat menyukai jenis musik yang satu ini.

Saat ini musik EDM tidak hanya memiliki satu atau dua genre, tapi memiliki banyak sekali genrenya. Berikut adalah sub-genre musik EDM :


1. House music

House musik sendiri adalah salah satu genre dalam musik EDM yang paling diterima oleh masyarakat luas terutama anak muda. Hampir seluruh musik EDM ada aliran house music, demikian pula sebaliknya. Genre musik ini berasal dari kota Chicago, Amerika. Kata “house” sendiri dipungut dari nama suatu club malam, yaitu The Warehouse.
Ciri khas house music ialah tempo yang upbeat, groovy dan kadang didominasi oleh kord piano dengan tempo selama 126-128 beats per minute (BPM). House musik ada beberapa jenis yaitu acid house, electro house, dutch house, progressive house, dan deep house.

2. Trance

Trance adalah salah satu genre musik EDM yang berkembang di Jerman pada tahun 1990-an. Karakteristik utama musik ini merupakan tempo yang berkisar dari 125-160 BPM serta alur yang naik turun. Musik trance berarti suasana ketika anda berada di alam bawah sadar. Sesuai namanya, musik trance ini bisa buat kamu terhipnotis dan merasa senang atau sedih. Sensasi emosional ini tercipta melewati kombinasi sekian banyak  ritme dan layer musik, dengan melodi dan vokal yang repetitif.

3. Techno

Genre ini sendiri hadir di Detroit pada mula 1980. Sebagai unsur dari EDM, karakteristik musik techno merupakan pemakaian sekian banyak  teknologi baru dalam dunia musik elektronik. Sebagian besar musik techno adalah kombinasi synthesizer, hentakan drum, serta sequencer.

4. Dubstep

Dubstep pertama kali diperkenalkan di London, inggris pada akhir tahun 1990-an. Musik ini punya karakter suara yang khas serta komposisi bass yang nggak beraturan. Jenis musik ini asik di dengarkan karena suara nya cenderung keras sehingga bisa membuat para pengdengarnya bersemangat.


Oke itu tadi artikel tentang Electronic Dance Music: Sejarah Dan Macam-macam Genre EDM. Semoga dengan membaca artikel ini bisa menambah pengetahuan anda tentang hal yang ada dalam musik EDM. Sekian dari kami, kami ucapkan terima kasih.

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top